Looking for my "geek side" instead?

Monday, June 29, 2009

Creative industry is wider than you think


Gw jarang nonton TV dan baca koran, tapi belakangan ini gw rajin baca KOMPAS setiap pagi (sebenarnya supaya gw ga bobo lagi). Seperti biasa, gw sok tau menganalisa tren (which is flawed since you can't analyze trend just by seeing recent activities). Kali ini gw melihat kecenderungan "the rise of creative industry".

Media massa memberitakan bahwa industri kreatif sanggup bertahan di masa resesi global ini. Industri kerajinan mendapat sorotan sebagai the silver bullet untuk bangkit dari resesi. For your information, baru-baru ini ada pameran industri kerajinan yang sayangnya gw lewatkan karena lebih memilih nonton Transformers 2 (yes, I'm childish).

Batik, kerajinan tangan, musik dan rumah produksi (production house—PH) adalah kategori(?) yang paling sering disebut sebagai industri kreatif. Sebenarnya industri kreatif lebih luas dari itu. To some extend, IT (Information Technology) is a creative industry.

Selain menjual diri dan menipu orang lain, ga banyak bisnis yang bisa dilakukan dengan modal "just myself". IT, khususnya perangkat lunak (aplikasi, website, animasi, desain grafis), memungkinkan kita untuk berusaha dengan modal minimal. Dengan asumsi kamu punya komputer layak pakai dan mungkin koneksi internet, kamu bisa dibilang memiliki modal untuk memulai.

Sayangnya, mungkin karena kemampuannya untuk mulai tanpa modal itu, pemerintah (we pay taxes to blame them right?) ga begitu tertarik mendukung industri IT yang low entry high return ini. Well, mungkin mereka justru berpikir "IT kan mahal, pasti butuh modal besar". Atau mungkin mereka ga tau soal "murahnya memodali industri IT". Atau mungkin mereka ga peduli.

Kadang gw iri melihat teman-teman gw yang tinggal di luar negeri. Mereka relatif mudah membangun startup company dengan dukungan dana dari Venture Capitalist. Di Indonesia, permodalan hanya dari bank atau papa/mama/paman/bibi.

Ini sangat disayangkan, padahal dengan modal relatif kecil (<50jt) href="http://www.google.com/">Google, Amazon, Facebook, YouTube dan Twitter asli buatan putra putri Indonesia.

Note: For the record, gw dan beberapa teman sedang membuat startup dengan modal sendiri. It's for fun, but we never know what will happen next..

Saturday, June 20, 2009

Menyambut "Hari Ayah"

Dari Wikipedia: Father's Day is a day honoring fathers, celebrated on the third Sunday of June in 52 of the world's countries and on other days elsewhere. Dengan asumsi Indonesia salah satu dari 52 negara tersebut, besok adalah hari spesial untuk semua ayah di Indonesia.

My dad is a great dad. Selama sekolah selalu dapat beasiswa, karirnya sewaktu muda sangat cemerlang, bahkan Papa adalah orang pertama yang berani mencetak buku Pramodya Ananta Toer. Kalau bukan karena kasus politik yang membuat beliau ditahan belasan tahun, mungkin Papa sekarang sudah jadi seorang jendral Angkatan Darat.

Mungkin ini yang namanya takdir. Keluar penjara, Papa bertemu Mama di suatu pameran lukisan. Papa yang saat itu seorang pengusaha sedang ngobrol dengan Adam Malik (mantan wakil presiden) ketika Mama yang wartawati "mengganggunya" dengan jeprat-jepret foto. Papa dan Mama berkenalan, berpacaran lalu menikah. Setidaknya begitulah ceritanya menurut Papa.

Tapi Papa bukan manusia yang sempurna. Papa terlalu percaya dengan orang lain sehingga sering ditipu dalam berbisnis. Dengan jujur gw akui, keluarga gw pernah mengalami masa-masa yang sangat sulit. Untungnya mama seorang wanita yang sangat gigih memperjuangkan well being dan pendidikan anak-anaknya.

Sekarang gw udah bekerja. There are lots of room for improvements, but so far I'm proud of what I do. Gw pikir, "Akhirnya, gw punya uang for myself." Well, not for myself, apparently.

Papa dan Mama mulai memasuki usia non-produktif ketika gw pertama bekerja sementara kedua adik gw masih kuliah. Gw masih ingat bagaimana gaji gw, yang untuk ukuran saat itu lumayan besar, habis dalam seminggu dua minggu. Teman-teman gw berpikir gw boros dan "pacaran melulu". Gw memang punya banyak teman cewek, but I never used money to attract them (soalnya gw pelit, hahaha).

Anyway, sampai sekarang pun gw masih berkontribusi untuk keluarga gw. Untungnya salah satu adik gw udah bekerja dan yang satu lagi tahun ini diharapkan lulus. Harapan gw, kedua adik gw bisa mengurusi diri mereka sendiri financially, biar gw yang mengurusi Papa dan Mama dan dana sisanya bisa gw alokasikan untuk membuat startup (taukah kamu gw dan beberapa kawan sedang membuat website 2.0?).

Ga sedikit cewek yang bertanya kenapa gw ga segera menikah, mengingat karir gw udah bagus. Well, jawabannya sederhana, gw ingin fokus membahagiakan kedua orang tua gw selagi bisa (dan membangun bisnis gw sambil berjalan). Gw lebih memilih adik-adik gw yang menikah dulu (and I will help them finance their wedding).

Kita mencari uang untuk bertahan hidup dan mencari kebahagiaan. Gw menemukan kebahagiaan dengan melihat orang-orang yang gw cintai berbahagia. Lagipula gw udah (belajar) menjadi seorang ayah kan?

Happy Father's Day, Dad. I hope you proud of your son.

Wednesday, June 17, 2009

Gw gerah dengan kritik dangkal

Belakangan ini banyak "pakar" yang menjelek-jelekkan kinerja pemerintahan sekarang. Pemerintahan sekarang memang ga sempurna, semua orang juga tau, tapi kritik para "pakar" itu terlalu naif sehingga membuat gw (dan gw yakin banyak orang lain) gerah. Pendapat mereka begitu tolol sehingga kemungkinannya hanya empat:

1. Mereka memang tolol.
2. Mereka dibayar untuk tolol.
3. Mereka sempat mati suri dan baru bangun di pemerintahan sekarang sehingga terkaget-kaget dengan kondisi negara kita.
4. Mereka punya dendam pribadi (pernah berurusan dengan KPK?)

Contoh kritik mereka:

Utang negara semakin membengkak. Mereka ga tau ya ada INFLASI, RESESI GLOBAL, BUNGA DARI UTANG DULU, BENCANA ALAM BERUNTUN dan KERUGIAN NILAI TUKAR. Pemerintahan sekarang mewarisi kebobrokan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Jangan sok suci kecuali dulu ga pernah berurusan dengan politik/militer (I have to mention military because they're tightly related with government).

Semakin banyak orang miskin. Dan semakin banyak juga orang kaya. Memangnya manusia Indonesia ga boleh beranak? Jangan lupa "musibah-musibah" yang gw tulis di atas juga berperan penting menambah jumlah penduduk miskin.

Bencana beruntun berarti pemerintahan ga diberkati. WTF? Bagaimana dengan istri yang kena AIDS dari suaminya karena suaminya suka jajan? Bagaimana dengan warga Palestina yang morat-marit mempertahankan negara mereka? Mereka menderita bukan karena ga diberkati (I don't know why, I guess nobody knows why). Kalau memang SBY ga diberkati, kenapa Tuhan repot-repot menyusahkan orang lain?

Peralatan perang kita banyak yang rusak. Lalu kenapa ga diganti dari dulu? Peralatan perang kita umurnya *jauh* lebih tua dibanding umur pemerintahan sekarang. Pemerintahan sebelumnya "beruntung" karena rusaknya baru sekarang. Jangan lupa alokasi dana militer memang dikurangi karena dananya digunakan untuk hal lain (bandingkan alokasi dana pendidikan dulu dan sekarang).

BBM naik. Tahukah kamu minyak-minyak murah kita BANYAK DIJUAL UNTUK INDUSTRI DAN LUAR NEGERI SECARA ILEGAL? Kamu yang demo, industri dan calo minyak yang senang. Jangan lupa harga minyak dunia sempat naik gila-gilaan. Note: Pemerintahan sekarang mengklaim penurunan BBM sebagai prestasi mereka, menurut gw itu juga ga relevan (karena sudah sepantasnya mengikuti turunnya harga minyak dunia).

BHP (Badan Hukum Pendidikan). Pendidikan yang baik MEMANG MAHAL. Bandingkan Trisakti dan Binus (hanya contoh) dengan "universitas" lain yang lebih mirip tempat kursus (jika kamu kuliah di tempat seperti itu, jangan keburu sewot. Jawab jujur dulu: kalau kamu mampu bayar lebih, apakah kamu akan tetap disitu atau pindah ke universitas yang lebih mahal dan terkenal?). Kenapa mahal? Karena infrastrukturnya (dosen, ruang kelas, buku) mahal. Idealnya, penerapan BHP dimaksudkan agar universitas mencari dana dari riset, bukan secara kurang ajar menaikkan biaya pendidikan. Demo kampusmu karena malas berinovasi, jangan pemerintah yang disalahkan.

Neolib. Please deh, jaman sekarang masih main ideologi-ideologian? Amerika Serikat negara liberal, RRC negara komunis. Keduanya bisa makmur.

Gw bukan mendukung pemerintahan sekarang (baca ulang tulisan gw, apakah ada pujian?), gw hanya meluruskan beberapa kritik dangkal yang membuat gw gerah.

Gw ga peduli siapa presiden gw nanti, yang penting dia harus cerdas dan punya integritas. Gw ga suka orang yang kerjanya mengkritik tapi lupa dia juga bermasalah. Please deh, daripada ngurusin orang lain, kenapa ga ngurus diri sendiri sih?

Ini opini pribadi gw, kalau mo protes tolong yang cerdas.

Tambahan: Gw baru membuat akun di sbypresidenku.com, soalnya gw ingin posting isi blog gw tapi harus jadi member. Kenapa gw ingin mereka tau? Karena gw kasian mereka dicela terus, dan karena gw ingin terkenal. BHUAHAHAHA! Memangnya tukang kaos doang yang boleh beruntung selama masa kampanye ;-)

Tambahan lagi:
Website SBYPresidenku payah, sering banget timeout.

Tuesday, June 16, 2009

Syarat menggunakan ATM: Harus bisa membaca

Taken from http://www.jcheights.com/news.shtml
Hari ini sekitar pukul 11:30 gw ke ATM BCA Galaxi LJ. Hooker. Disitu ada tiga mesin ATM: Pecahan 100RB, Pecahan 50RB dan Non Tunai. Gw mengantri di mesin Pecahan 100RB karena ingin menarik uang tunai. Di belakang gw ada beberapa orang sementara di depan gw seorang bapak (usia 40an) sedang bertransaksi.

Kelihatannya si bapak sedang melakukan transfer. Terlihat dari kertas-kertas yang dia bawa dan memang terlihat dari layarnya (karena postur gw lebih tinggi dan gw penasaran, "Nih orang lama amat."). Gw berpikir, "Kenapa ga pakai mesin Non Tunai ya, kan kosong. Mungkin dia sekalian mau tarik tunai."

Satu lembar, dua lembar, lima lembar... WTF? Banyak amat transaksinya, dan itu belum selesai! Gw langsung nyeletuk, "Masih lama, Pak?" "Sebentar lagi," jawabnya dengan agak ketus.

Sebagai warga negara yang baik, gw menginformasikan ke beliau, "Pak, kalau transaksi non-tunai mending disitu aja (sambil menunjuk ke mesin Non Tunai). Itu kan kosong." Alih-alih berterima kasih, dia malah menjawab ketus, "Disini juga bisa kan. Memangnya kenapa?" Well, bisa sih. Kita juga bisa menarik uang di teller, tapi orang-orang prefer ATM kan? (ini di pikiran gw).

Lalu gw bilang, "Kalau Bapak pakai yang Non Tunai, yang lain bisa transaksi. Kalo begini, yang lain ngantri, soalnya ga bisa pakai Non Tunai." Eh dia malah bilang, "Kamu mau ngajak berantem?" (ini diulang berkali-kali) Gw langsung bengong. Seriously, disitu banyak orang, dan gw yakin bapak itu terlihat sungguh "udah salah, ngotot lagi".

Akhirnya bapak itu selesai TANPA MELAKUKAN TRANSAKSI TUNAI APAPUN. Pas dia keluar, gw menengok ke luar gedung. Maksudnya ngeliatin sepeda gw takut ditendang bapak yang sakit hati itu. Eh disangkanya gw ngeliatin dia, trus dia melototin gw. Gw geleng-geleng kepala aja.

Yah, mungkin si bapak ga bisa baca tulisan "Non Tunai" (atau ga ngerti?). Atau dia ga tau kalo BCA punya fitur m-BCA, KlikBCA dan BCA by Phone untuk urusan transfer-mentransfer yang ga merepotkan diri sendiri dan orang lain.

Saturday, June 13, 2009

iPhone, HTC Magic (Android), BlackBerry atau...?

Ketika Android SDK pertama diluncurkan, gw pernah nyeletuk, "Kalau gw mo ganti handphone, gw akan ganti dengan Android." Kenapa? Karena Android open source, sangat customizable (kamu bisa ganti built-in Address Book-nya dengan buatan kamu sendiri!), dan sangat Java. Untuk seorang programmer Java seperti gw, ini seperti anak kecil dikasih mainan yang bisa diotak-atik seenak jidat.

Akhirnya Android hadir juga di Indonesia dibawah paket bundling Telkomsel. Tapi.. iPhone juga hadir. BlackBerry touch juga. Gw jadi bingung. Duit pas-pasan, ga mungkin beli ketiga-tiganya.

Dari sisi fungsi, gw masih puas dengan 6680 gw. It's 3G too, jadi belum bisa dibilang "kadaluarsa". Kebutuhan gw akan ponsel baru adalah sebagai development environment: gw ingin membuat aplikasi di ponsel berteknologi baru sehingga gw dapat ilmu (syukur-syukur aplikasinya bisa dijual dapat duit).

Disinilah dilemanya. Dengan Android gw bisa membuat aplikasi lebih baik karena sifatnya open dan pakai Java (which is bidang gw). Tapi iPhone lebih bergengsi sehingga besar kemungkinan produk ini lebih laku di Indonesia (which means, bigger market). BlackBerry berada di tengah-tengah (mendukung Java dan ngetren), tapi gw ga yakin apakah tren ini akan berlanjut (BlackBerry terkesan corporate).

Sepertinya gw akan tunda dulu pembelian ponsel baru. Mungkin duitnya untuk beli lensa aja. Oh wait..

Monday, June 08, 2009

Dicari: asisten

Sepertinya gw butuh seorang asisten. Gw bukan pengusaha, direktur perusahaan besar atau pejabat pemerintah, tapi pekerjaan gw semakin banyak dan gw mulai keteteran mengatur diri gw sendiri.


Gw udah mencoba "self-help" seperti menulis jadwal di kalender (iCal, Google Calendar sampai 6680 gw), tapi tetap ga berhasil. Primarily because of my lack of discipline.

Gw butuh manusia yang bisa mengingatkan gw akan agenda gw dan prioritas-prioritasnya, kalau perlu "memaksa" gw untuk mematuhinya. Gw juga butuh orang yang bisa mendampingi gw bahkan mewakili gw untuk beberapa acara. Kasarnya, gw butuh orang yang bisa mengurus gw supaya gw bisa fokus mengurus pekerjaan gw.

Heck, dipikir-pikir lagi, yang gw butuhkan sebenarnya seorang istri, atau paling ga pacar :) Tapi gw belum siap untuk berkomitmen.

Persyaratan untuk menjadi asisten gw (part-time job):
  • Cewek. Biasanya cewek lebih teliti dan perhatian. No, I'm not going to date her. Gw bisa cari cewek tanpa perlu memakai kedok "membutuhkan asisten". Berpenampilan menarik adalah nilai plus.
  • Masih kuliah semester 3-7. Semester awal sibuk beradaptasi, semester akhir sibuk skripsi. Gw butuh yang masih kuliah karena bisa lebih murah (namanya juga part-time) dan cenderung enak diajak diskusi. Kalau kamu masih SMA tapi menyukai tantangan boleh juga apply.
  • Domisili daerah Bekasi, kalau bisa sekitar Metropolitan Bekasi atau Galaxi (dekat rumah gw). People hate traveling too far for work, I don't want to burden her.
  • Rajin, jujur, proaktif. Klise tapi penting.
  • IP kumulatif 2.5 atau lebih. Gw ga butuh jenius, tapi gw juga ga tertarik dengan cewek cantik tapi tolol sebagai asisten. Kalau IP-mu ga setinggi itu tapi kamu yakin kamu smart, let me know.
  • Memiliki ketertarikan terhadap hal-hal baru.
  • Ga harus mengerti komputer (I can teach you).

Benefit:
  • Gaji bulanan. Lumayan untuk part-time job.
  • Jam kerja fleksibel. Sebagian besar bahkan ga perlu ketemu gw.
  • Pengalaman yang bervariasi. Very beneficial if you're a college student.
  • I can help you with your study, tapi bukan ngerjain pe-er lho..
  • Gw bantu cari kerja begitu lulus. I have lots of network.

Kalau kamu atau temanmu tertarik untuk membantu gw (menjadi asisten gw), please contact me in Facebook, Twitter or e-mail (wiradikusuma -at- gmail -dot- com) so we can elaborate more.

Monday, April 06, 2009

MetroTV dan partai yang ga pernah salah

Selama masa Kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 gw sesekali menonton televisi, terutama MetroTV. Maklum gw hanya tertarik dengan berita (dan cewek cantik, tapi kekesalan gw terhadap sinetron Indonesia outweighs ketertarikan gw melihat cewek-cewek disitu). Disini gw melihat fenomena menarik.

MetroTV menampilkan berbagai macam pelanggaran yang diperbuat partai-partai. Money politics, anak-anak di bawah umur, pertunjukan dangdut yang seronok (ini bukan pelanggaran sih), pencopetan dan perkelahian di tempat kampanye, dsb. Menariknya, hanya partai Golkar yang "lurus-lurus aja".

Gw berpikir, "Wow, hebat sekali!" Mulai sekarang gw akan mematikan MetroTV dan memilih menonton sinetron. Paling ga sinetron-sinetron itu berani mengatakan, "Cerita ini hanya rekayasa belaka."

Tuesday, February 24, 2009

Disiplin oh disiplin

Salah satu Wish List 2009 gw adalah "Lebih disiplin dengan waktu". Gw sekarang bekerja freelance di rumah, dan disiplin adalah satu-satunya cara agar hidup gw tetap berada di jalurnya. Sayangnya, sudah hampir dua bulan dan gw masih kesulitan dengan ini.

Gw pernah bilang ke Karina, "Gw ga mau bergadang lagi ah. Bangun siang membuat gw ga semangat dan ga sehat." Tapi kenyataannya, sampai tadi malam gw masih tidur jam 2 pagi. Arrgh! Saatnya mencari kambing hitam.

OK, gw bisa menyalahkan global warming, tapi alasan sesungguhnya adalah gw seorang programmer dan punya teman-teman yang terbiasa tidur larut malam. Gw bahas yang pertama dulu.

Kebanyakan programmer lebih senang bekerja di malam hari. Entahlah, sepertinya kami jadi lebih mudah berkonsentrasi. Ditambah lagi programmer "otomatis autis" ketika bekerja. Ga hanya lupa sekitarnya, sampai waktu pun kami ga peduli.

Gw juga punya teman-teman yang terbiasa tidur larut malam. Mereka bukan programmer, tapi memang kebiasaan kami untuk ngumpul malam-malam. Boys nite. Biasanya Jumat malam dan Sabtu malam, sedangkan hari lain biasanya chatting conference sampai jam 1 pagi. Sialnya, meski hati kecil gw mengatakan, "Thomas, ini salah. Go tell them you need to rest," gw malah menikmatinya!

Seperti kemarin, tiga hari berturut-turut gw mengotak-atik Hamachi agar bisa main Counter Strike lewat VPN. Gagal. Tiga hari yang ga berguna. Hmm, mungkin harusnya gw bersyukur, otherwise gw akan menghabiskan lebih banyak waktu lagi untuk bermain!

Gw coba ah untuk disiplin hari ini. Untuk mendorong hal ini, gw akan mem-publish aktivitas gw setiap jam di Twitter. Dengan begini, gw akan malu sendiri kalau selama lima jam berturut-turut ada entry "wiradikusuma is watching some movie (and it's office hour)."

Thursday, February 12, 2009

Bersih-bersih email

Selama ini gw pusing dengan email di inbox gw. Gara-gara sering menunda (membaca, membalas dan menghapus), inbox gw terisi hampir 3000 email! Dan gara-gara email-nya banyak, gw jadi semakin menunda :D

Berikut ini yang gw lakukan:

  1. Buat email account baru, khusus untuk menampung mailing list (milis).
  2. Alihkan semua milis ke alamat email tersebut. Jika milis yang Anda ikuti berbasis Yahoo Groups, lakukan "Edit membership" dan instruksikan agar pengiriman selanjutkan menggunakan alamat email yang baru.
  3. Dalam "Edit membership", gw juga mengatur beberapa milis yang "hanya gw baca" (gw jarang posting) agar "Daily digest" sehingga dikirimnya per hari, bukan per pesan.
  4. Gw juga keluar dari beberapa milis.

Sedangkan untuk email account yang sudah ada, gw melakukan:
  1. Hapus semua email notifikasi (dipilih menggunakan filter Gmail), misalnya dari Facebook dan Friendster.
  2. Arsipkan semua email dari milis (dipilih menggunakan filter Gmail juga). "Arsip" (archive) membuat email ga tampil di layar, tapi tetap bisa dicari.

    Lihat di screenshot untuk tau berapa banyak email yang saya "hilangkan" dari inbox Gmail saya :) Anyway, gw mungkin ga sengaja menghapus beberapa email yang penting (gw kurang tidur, hiks). Jadi kalau Anda pernah mengirim email ke gw dan belum gw balas, tolong kirimi gw lagi!

Tuesday, February 03, 2009

Indonesia is following me now?

I was very surprised when I checked my inbox this morning. The subject said "Indonesia is now following you on Twitter!" Oh my, what did I do?



Apparently it's somebody having account "Indonesia" (simply a username) following me. Phew, how relaxing! Anyway, it's kind of surprise that, although not significant, almost every week that some new people are interested in what I'm doing. It's interesting because I'm not advertising it in any way (it's http://twitter.com/wiradikusuma, in case you're wondering).